Tidak diragukan lagi, saat ini sektor kesehatan mulai memasuki era disrupsi. Pasien kini dapat berkonsultasi dengan dokter melalui berbagai aplikasi seluler. Layanan perawatan di rumah, pemeriksaan laboratorium maupun pemesanan obat, juga dapat dilakukan melalui aplikasi seluler, terpadu dengan jasa transportasi daring. Jika sebelumnya pasien kesulitan mendapatkan informasi riwayat kunjungan di fasilitas kesehatan, tapi saat ini sebagai contoh, peserta program JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) bisa mengakses informasi ini melalui aplikasi mobile JKN.
Teknologi digital yang semakin maju sudah dimanfaatkan oleh fasilitas kesehatan untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, serta peningkatan mutu pelayanan. Sistem komputasi dari BPJS Kesehatan memungkinkan fasilitas kesehatan tingkat pertama merujuk pasien ke tingkat lanjut secara daring.
Beberapa rumah sakit telah menerapkan sistem pendukung keputusan elektronik yang terpadu dalam suatu rekam medis elektronik untuk membantu dokter dalam membuat keputusan terapi secara lebih tepat sesuai pedoman klinis melalui peresepan elektronik.
Guru menjadi komponen penting dalam edukasi. Tapi akan lebih menarik ketika edukasi dijalankan dengan metode digital, karena dinilai mampu meningkatkan minat belajar seseorang .
Seperti diketahui, saat ini banyak orang yang bisa dibilang lebih akrab dengan ponselnya daripada edukasi kesehatan dirumah atau yang lain. Namun dari situ bisa terlihat kalau banyak orang sekarang sangat dekat teknologi. Oleh karenanya, pemanfaatan teknologi di bidang edukasi menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pemmahaman kesehatan di Indonesia
kita puskesmas parengan memiliki satu cara untuk mengedukasi para pasien sambil menunggu antrian. televisi adalah cara yang praktis untuk mengedukasi pasien.





