Selasa, 14 Mei 2019

Hasil gambar untuk kritik saran

Sejumlah puskesmas pasti selalu dipandang  kurang dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. 

Keluhan lain antara lain, antrean panjang untuk mendapatkan rujukan ke rumah sakit, obat yang sring habis, tidak menyediakan dokter pengganti saat pasien banyak.
 Salah satu puskesmas yang dikeluhkan adalah Puskesmas di parengan sampai tahun 2019 ini parkiran yang tidak ada karena terbatas bangunan lama. namun berkat dukungan dari dinkes tuban tahun 2020-2021 kita akan relokasi pindah tempat.
namun selain itu pasti banyak juga kekurangan yang kita dapati dipuskesmas parengan jadi mohon kritik dan saranya untuk pembangunan puskesmas parengan leih baik lagi.
untuk menyampaikan kritik saran klik di sini

Pengertian Diabetes

Diabetes adalah suatu penyakit jangka panjang atau kronis yang ditandai dengan kadar gula darah (glukosa) yang lebih tinggi dan di atas nilai normal. Penyakit ini memiliki dua jenis utama, yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2.


Gejala Diabetes

Beberapa gejala diabetes tipe 1 dan tipe 2, antara lain:
  • Sering merasa haus.
  • Sering buang air kecil, terutama pada malam hari.
  • Rasa lapar yang terus-menerus.
  • Berat badan turun tanpa sebab yang jelas.
  • Lemas dan merasa lelah.
  • Pandangan yang kabur.
  • Luka yang lama sembuh.
  • Sering mengalami infeksi pada kulit, saluran kemih, gusi, atau vagina.

Penyebab Diabetes

Diabetes disebabkan karena gangguan kemampuan tubuh untuk menggunakan glukosa ke dalam sel, sehingga glukosa menumpuk dalam darah. Pada diabetes tipe 1, gangguan ini disebabkan karena pankreas tidak dapat memproduksi insulin. Sedangkan pada diabetes tipe 2, gangguan ini terjadi akibat tubuh tidak efektif menggunakan insulin atau kekurangan insulin yang relatif dibandingkan kadar glukosa darah. Kadar glukosa yang tinggi ini dapat merusak pembuluh darah kecil di ginjal, jantung, mata, dan sistem saraf, sehingga mengakibatkan berbagai komplikasi.

Faktor Risiko Diabetes

Faktor risiko diabetes tipe 1, antara lain:
  • Faktor riwayat keluarga atau keturunan, dimana seseorang akan lebih memiliki risiko terkena diabetes tipe 1 jika ada anggota keluarga yang menderita penyakit yang sama, karena berhubungan dengan gen tertentu.
  • Faktor geografi, dimana orang yang tinggal daerah yang menjauhi garis khatulistiwa, seperti di Finlandia dan Sardinia, paling banyak terkena diabetes tipe 1. Hal ini disebabkan karena kekurangan vitamin D, yang dapat memicu penyakit autoimun.
  • Faktor usia, dimana penyakit ini paling banyak terdeteksi pada anak-anak usia 4-7 tahun, kemudian pada anak-anak usia 10-14 tahun.
  • Faktor pemicu lainnya, seperti mengonsumsi susu sapi pada usia terlalu dini, air yang mengandung natrium nitrat, sereal dan gluten sebelum usia 4 bulan atau setelah 7 bulan, memiliki ibu dengan riwayat preeklampsia, serta menderita penyakit kuning saat lahir.
Faktor risiko diabetes tipe 2, antara lain:
  • Berat badan berlebih atau obesitas.
  • Distribusi lemak perut yang tinggi.
  • Gaya hidup tidak aktif dan jarang beraktivitas atau berolahraga.
  • Riwayat penyakit diabetes tipe 2 dalam keluarga.
  • Ras kulit hitam, hispanik, Indian Amerika, dan Asia-Amerika, memiliki angka penderita lebih tinggi dibandingkan dengan ras kulit putih.
  • Usia di atas 45 tahun, walaupun tidak menutup kemungkinan dapat terjadi sebelum usia 45 tahun.
  • Kondisi prediabetes, dimana kadar glukosa darah lebih tinggi dari normal, namun tidak cukup tinggi untuk diklasifikasikan sebagai diabetes.
  • Riwayat diabetes atau kadar glukosa darah yang tinggi saat hamil.
  • Wanita dengan sindrom ovarium polikistik, yang ditandai dengan menstruasi tidak teratur, pertumbuhan rambut berlebihan, dan obesitas.

Diagnosis Diabetes

Dokter akan mendiagnosis diabetes pada seseorang dengan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan darah dan urine.

Pengobatan Diabetes

Pengobatan diabetes tipe 1, antara lain:
  • Insulin untuk mengontrol glukosa darah penderita. Pemberian insulin ini dengan cara disuntikkan pada lapisan di bawah kulit sekitar 3-4 kali sehari sesuai dosis yang dianjurkan dokter.
  • Pola makan sehat dan olahraga teratur untuk membantu mengontrol tingkat glukosa darah.
  • Merawat kaki dan memeriksakan mata secara berkala untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Pengobatan diabetes tipe 2, antara lain:
  1. Perubahan pola hidup sehat, antara lain:
  • Menghindari makanan berkadar glukosa tinggi atau berlemak tinggi.
  • Meningkatkan makanan tinggi serat.
  • Melakukan olahraga secara teratur, minimal 3 jam dalam satu minggu.
  • Menurunkan dan menjaga berat badan tetap ideal.
  • Menghindari atau berhenti merokok.
  • Menghindari atau berhenti mengonsumsi minuman beralkohol.
  • Menjaga kesehatan kaki dan mencegah kaki terluka.
  • Memeriksa kondisi kesehatan mata secara rutin.
  1. Pemberian obat-obatan diabetes di bawah pengawasan dokter. Obat-obatan tersebut, antara lain:
  • Metformin untuk mengurangi kadar glukosa darah.
  • Sulfonilurea untuk meningkatkan produksi insulin dalam pankreas.
  • Pioglitazone sebagai pemicu insulin.
  • Gliptin (penghambat DPP-4 ) sebagai pencegah pemecahan GLP-1.
  • Penghambat SGLT-2 yang berdampak pada urine.
  • Agonis GLP-1 sebagai pemicu insulin tanpa risiko hipoglikemia.
  • Acarbose untuk memperlambat pencernaan karbohidrat.
  • Nateglinide dan repaglinide untuk melepas insulin ke aliran darah.
  • Terapi insulin sebagai pendamping obat-obatan lain.
  • Obat-obatan lain yang diberikan untuk mengurangi risiko komplikasi, seperti statin dan obat anti hipertensi.

Komplikasi Diabetes

Baik diabetes tipe 1 dan 2 dapat menyebabkan komplikasi berupa kerusakan retina mata, kerusakan saraf, penyakit stroke dan jantung koroner, kerusakan ginjal, disfungsi seksual, keguguran, atau bayi lahir mati dari ibu yang menderita diabetes.

Pencegahan Diabetes

Pada diabetes tipe 1, antara lain:
  • Menjalani pengobatan intensif jika terdapat anggota keluarga yang menderita diabetes tipe 1.
  • Menjalami tes DNA untuk mengetahui apakah seseorang memiliki gen pembawa atau penyakit diabetes tipe 1.
Pada diabetes tipe 2, antara lain:
  • Mempertahankan berat badan ideal dengan mengonsumsi makanan rendah lemak.
  • Mengonsumsi makanan tinggi serat seperti buah dan sayur.
  • Mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis.
  • Berolahraga secara rutin dan banyak melakukan aktivitas fisik.
  • Mengurangi waktu duduk diam terlalu lama, seperti ketika menonton televisi.
  • Menghindari atau berhenti merokok.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter untuk mendapatkan solusi terbaik jika mengalami gejala-gejala di atas.

Senin, 13 Mei 2019

Salah satu solusi efektif dalam menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) adalah dengan cara meningkatkan pertolongan persalinan yang dilakukan oleh tenaga medis terlatih yang disediakan oleh fasilitas pelayanan kesehatan. Di samping itu, dibutuhkan partisipasi serta kesadaran ibu terhadap pentingnya pemeriksaan kehamilan di fasilitas pelayanan kesehatan oleh tenaga kesehatan.
Pemeriksaan ANC (Antenatal Care) merupakan pemeriksaan kehamilan yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental pada ibu hamil secara optimal, hingga mampu menghadapi masa persalinan, nifas, menghadapi persiapan pemberian ASI secara eksklusif, serta kembalinya kesehatan alat reproduksi dengan wajar.
Pemeriksaan kehamilan dilakukan minimal 4 (empat) kali selama masa kehamilan, yaitu 1 kali pemeriksaan pada trimester pertama, 1 kali pemeriksaan pada trimester kedua, dan 2 kali pemeriksaan pada trimester ketiga.

Apa Tujuan ANC (Antenatal Care)?

-Memantau kemajuan proses kehamilan demi memastikan kesehatan pada ibu serta tumbuh kembang   janin yang ada di dalamnya.
-Mengetahui adanya komplikasi kehamilan yang mungkin saja terjadi saat kehamilan sejak dini,   termasuk adanya riwayat penyakitdan tindak pembedahan. 
-Meningkatkan serta mempertahankan kesehatan ibu dan bayi.
-Mempersiapkan proses persalinan sehingga dapat melahirkan bayi dengan selamat serta   meminimalkan trauma yang dimungkinkan terjadi pada masa persalinan.
-Menurunkan jumlah kematian dan angka kesakitan pada ibu.
-Mempersiapkan peran sang ibu dan keluarga untuk menerima kelahiran anak   agar mengalami tumbuh kembang dengan normal.
-Mempersiapkan ibu untuk melewati masa nifas dengan baik serta dapat memberikan ASI eksklusif   pada bayinya.
Pemeriksaan kehamilan dapat dilakukan di Puskesmas, klinik, atau rumah sakit. Pemeriksaan ANC pada ibu hamil dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan, antara lain bidan, perawat, dokter umum, maupun dokter spesialis obstetri dan ginekologi (dokter kandungan).
Banyak sekali program yang ada di tiap tiap puskesmas. mulai dari menangani penyakit biasa sampai penyaki kronis. salah satu program itu adalah PROLANIS.

Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) adalah sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang melibatkan peserta, fasilitas kesehatan, dan BPJS Kesehatan dalam rangka memelihara kesehatan peserta BPJS Kesehatan yang menderita penyakit kronis, sehingga dapat mencapai kualitas hidup yang optimal dengan biaya pelayanan kesehatan efektif dan efisien.

Program yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan ini bertujuan untuk mendorong peserta penyandang penyakit kronis mencapai kualitas hidup optimal. Penyakit kronis yang dimaksud adalah diabetes melitus tipe 2 dan hipertensi.

Prolanis ini merupakan kelanjutan dari skrining kesehatan. Jika hasil skrining riwayat kesehatan mengindikasikan peserta memiliki faktor resiko diabetes melitus tipe 2 atau hipertensi, peserta dapat turut serta dalam Prolanis. Informasi lebih lengkap mengenai skrining kesehatan bisa Anda lihat di posting kami sebelumnya.

Bagi Anda yang sudah menyandang penyakit kronis diabetes melitus tipe 2 dan hipertensi, juga dipersilakan bergabung dalam Prolanis. Aktifitas Prolanis ini meliputi berbagai hal, antara lain konsultasi medis, edukasi, reminder melalui Sms Gateway, serta home visit. Mari kita lihat penjelasannya satu per satu.

Konsultasi Medis. Lewat kegiatan ini, peserta Prolanis dapat membuat jadwal konsultasi yang disepakati bersama dengan fasilitas kesehatan pengelola.

Edukasi Kelompok Peserta Prolanis. Edukasi Klub Risti (Klub Prolanis) adalah kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan dalam upaya memulihkan penyakit dan mencegah timbulnya kembali penyakit serta meningkatkan status kesehatan bagi peserta Prolanis.

Reminder Melalui SMS Gateway. Ini merupakan bentuk kegiatan untuk memotivasi peserta supaya melakukan kunjungan rutin ke fasilitas kesehatan pengelola. Melalui sms, peserta Prolanis akan mendapat pengingatan jadwal konsultasi ke fasilitas kesehatan pengelola tersebut.

Home Visit. Home visit adalah kegiatan pelayanan kunjungan ke rumah peserta Prolanis untuk memberi informasi atau edukuasi kesehatan diri dan lingkungan bagi peserta Prolanis dan keluarganya. Sasaran kegiatan ini meliputi peserta baru terdaftar, peserta tidak hadir terapi di dokter praktek perorangan/klinik/puskesmas 3 bulan berturut-turut, peserta dengan GDP/GDPP di bawah standar 3 bulan berturut-turut, peserta dengan tekanan darah tidak terkontrol 3 bulan berturut-turut, dan peserta pasca opname.

Kamis, 09 Mei 2019



Kesehatan adalah kondisi umum dari seseorang dalam semua aspek. Ini juga merupakan tingkat fungsional dan / atau efisiensi metabolisme organisme, sering secara implisit manusia.Pada saat berdirinya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada tahun 1948, kesehatan didefinisikan sebagai "keadaan lengkap fisik, mental, dan keseja hteraan sosial dan bukan hanya ketiadaan penyakit atau kelemahan" . Hanya segelintir publikasi telah difokuskan secara khusus pada definisikesehatan dan evolusi dalam 6 dekade pertama. Beberapa dari mereka menyoroti kurangnya nilai operasional dan masalah diciptakan dengan menggunakan kata "lengkap." Lain menyatakan definisi, yang belum diubah sejak 1948, "hanya yang buruk."

Pada 1986, WHO, dalam Piagam Ottawa untuk Promosi Kesehatan, mengatakan bahwa kesehatan adalah "sumber daya bagi kehidupan sehari-hari, bukan tujuan dari kehidupan.
 Kesehatan adalah konsep yang positif menekankan sumber daya sosial dan pribadi, serta kemampuan fisik." Klasifikasi sistem seperti WHO Keluarga Klasifikasi Internasional (WHO-FIC), yang terdiri dari Klasifikasi Internasional Berfungsi, cacat, dan Kesehatan (ICF) dan Klasifikasi Internasional Penyakit (ICD) juga menentukan kesehatan. Secara keseluruhan kesehatan dicapai melalui kombinasi dari fisik, mental, dan kesejahteraan sosial, yang, bersama-sama sering disebut sebagai "Segitiga Kesehatan"

Itulah yang kita lakukan agar kita selalu sehat. Setelah menghadapi beberapa stress tentang file file akreditasi yang kita kerjakan dari siang sampai malam sampai pagi lagi. merawat itu perlu namun rekreasi juga sangat lebih perlu.

Manfaat Rekreasi bagi kesehatan

Liburan adalah waktu yang paling banyak ditunggu setiap orang walaupun untuk liburan banyak hal yang bisa dilakukan dari mulai yang sederhana sampai liburan yang memakan biaya tinggi. Tetapi hal itu bukan masalah sepanjang kita memfokuskan pada aspek positif liburan terutama untuk kesehatan. Peneliti telah menunjukkan liburan ternyata sangat dianjurkan oleh para dokter karena memiliki pengaruh terhadap peningkatan kesehatan

1.Hidup lebih lama
Suatu penelitian yang dilakukan terhadap 749 wanita yang berumur 45-64 tahun di Amerika menunjukkan baik ibu rumah tangga maupun wanita kerja yang mengambil liburan memiliki peningkatan signifikan dalam penurunan serangan jantung. Ibu rumah tangga yang mengambil liburan sekali dalam enam tahun atau kurang memiliki hampir dua kali resiko timbulnya serangan jantung dibanding yang berlibur dua atau lebih per tahun.

2.Menjaga sel otak
James Sands dari South Coast Institute for Applied Gerontology meneliti 112 wanita yang berumur 65-92 dan menemukan ada suatu hubungan antara rutinitas hidup yang banyak dengan menurunnya fungsi intelektual. Meskipun ada hubungan positif antara liburan dengan fungsi intelektual.

3.Meningkatkan kepuasan hidup
Linda Hoopes dan John Lounsbury, peneliti Departemen Psikologi Universitas Tennessee mensurvey 128 pegawai sebelum dan sesudah liburan. Mereka menemukan ada suatu peningkatan dalam kepuasan hidup setelah liburan.

4.Menurunkan ketegangan
Stress eksternal dan kegiatan kehidupan baik di tempat kerja atau rumah dapat membuat seseorang merasa gembira atau stress. Gejala-gejalanya termasuk perasaan lelah, tidak memiliki dorongan, tidak tertarik melakukan sesuatu, tidak antusias dan bahkan perasaan takut. Peneliti dari Departemen Psikologi Universitas Tel Aviv. Mina Westman dan Dove Eden menemukan perasaan tertekan dalam 76 pegawai menurun signifikan selama liburan.

5.Memperbaiki kehidupan keluarga
Dilaporkan dalam An experiment in leisure (Science Journal, 1968), W.J. Kaiser menganalisa respon dari 390 pegawai pabrik baja yang melakukan liburan selama 13 minggu. Ia menemukan liburan ternyata dapat memberikan keuntungan bagi kehidupan keluarga. Para pekerja dilaporkan lebih tertarik dan berbagi kegiatan dengan pasangan dan anak-anak mereka. 


Image result for PEMERIKSAAN KARIES GIGI


Karies anak usia dini adalah masalah kesehatan utama yang terus berpengaruh negatif terhadap kesehatan mulut bayi dan anak-anak saat ini. Karies gigi adalah penyakit kronis yang pada anak-anak adalah lima kali lebih umum daripada asma dan tujuh kali lebih umum daripada demam hay.
Sekitar 40% anak memiliki karies gigi pada usia lima tahun, dan 8% anak-anak berusia dua tahun memiliki beberapa bentuk pembusukan atau restorasi sebelumnya.  Lesi karies yang tidak diobati dapat menyebabkan pengobatan yang mahal, gangguan pertumbuhan dan perkembangan, rasa sakit, dan infeksi yang mengancam kehidupan.
KARIES ANAK USIA DINI
Menurut definisi, karies anak usia dini adalah adanya satu atau lebih permukaan gigi yang rusak, hilang atau terisi di gigi primer pada anak berusia 71 bulan atau lebih muda.  Sifat multi-faktorial dari ECC meliputi tetapi tidak terbatas pada istilah yang umum digunakan termasuk “karies menyusui”, “karies botol bayi”, dan “peluruhan gigi botol bayi” karena keperawatan yang tidak tepat dan penggunaan botol bayi sering terlibat tetapi bukan merupakan faktor etiologi tunggal dari kondisi ini. Pada bayi, ECC sering mengikuti pola karakteristik perkembangan: insisivus rahang atas terpengaruh pertama diikuti oleh rahang atas rahang bawah, dan karena sifat pelindung lidah, gigi seri mandibula sering terhindar. Perkembangan karies lebih lanjut pada bayi tergantung pada kronologi letusan dan durasi kebiasaan anak.
  • Mulut adalah rongga yang terkena kuman sepanjang hari, setiap hari. Bakteri tumbuh di usus dan membantu dalam proses pencernaan, dengan proses dimulai di rongga mulut. Bakteri juga masuk ke rongga mulut dengan makanan. Pemecahan makanan menyebabkan pembentukan plak, endapan putih keputihan yang berkumpul di sekitar garis gusi, permukaan gigi yang beralur, dan tepi tambalan. Plakat diizinkan untuk mengumpulkan untuk waktu yang lama, mengeras menjadi ‘tartar’.
  • Plak juga menggunakan sisa makanan di mulut untuk menghasilkan ‘asam’. Beberapa makanan seperti minuman dan daging sudah bersifat asam dan mempengaruhi gigi.
  • Asam menyerang lapisan luar gigi, enamel dan dentin, dan mengikisnya secara bertahap dalam jangka waktu tertentu. Secara bertahap lubang kecil atau rongga mulai muncul di permukaan gigi atau enamel. Tahapan ini biasanya menyakitkan.
  • Setelah lubang terbentuk di enamel atau lapisan luar gigi, menjadi lebih mudah bagi plak dan bakteri untuk mencapai dentin (lapisan tepat di bawah enamel). Dentine biasanya lebih lembut dan lebih cepat tererosi.
  • Jika perawatan tidak dimulai pada tahap ini, bakteri akan mencapai pulpa gigi, di mana saraf terpapar pada mereka, menyebabkan rasa sakit yang berlebihan.
  • Ketika bakteri menginfeksi jaringan di dalam pulpa dan ini tidak diobati, itu mengarah pada pembentukan abses gigi.
Sering terlihat bahwa kerusakan gigi biasanya terjadi pada gigi geraham dan pra-molar, gigi belakang besar yang digunakan untuk menggiling, yang memiliki permukaan tidak beraturan, membuat makanan lebih mudah menempel dan menyebabkan infeksi. Ini juga tidak bisa dijangkau dan tidak dibersihkan secara teratur.

PENCEGAHAN KARIES :

Tanda-tanda yang paling umum dan gejala kerusakan gigi dan infeksi gigi mungkin termasuk bintik-bintik putih pada gigi yang muncul pertama. Kemudian, rongga awal muncul yang memiliki warna coklat muda pada gigi. Warna gigi semakin menjadi gelap dan lubang mungkin muncul. Gejala, seperti kepekaan terhadap permen dan minuman dingin atau makanan dapat terjadi. Beberapa tindakan pencegahan yang harus dilakukan adalah mulai menyikat gigi anak Anda segera setelah gigi pertama muncul. Sikat gigi, lidah, dan gusi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride, atau awasi mereka dengan menyikat gigi. Untuk anak-anak berusia kurang dari 3 tahun, gunakan hanya sedikit pasta gigi, seukuran sebutir beras. Kemudian, mulai dari usia 3 tahun, gunakan pasta gigi seukuran kacang polong. Pastikan untuk menggosok gigi anak Anda setiap hari setelah usia 2 tahun, dan pastikan anak Anda makan diet seimbang dan batasi atau hilangkan makanan ringan bergula. Disarankan untuk menjadwalkan ujian rutin untuk anak Anda pada usia satu tahun. Dan, tanyakan tentang sealant gigi dan pernis fluoride, yang keduanya diaplikasikan pada gigi.
Penyebab Kategori Cavity:
Peneliti Universitas Alabama telah menemukan cara untuk menjaga bakteri yang menyebabkan kerusakan gigi berlama-lama di gigi kita dengan menghentikan kemampuan mereka untuk melekat di tempat pertama. Streptococcus mutans adalah bakteri yang menyebabkan gigi berlubang. Ini menciptakan pembusukan dengan menyimpan biofilm lengket pada gigi kita. Itu menggerogoti email gigi kita ketika memproduksi asam laktat. Para ilmuwan telah mengembangkan inhibitor biofilm S. mutans yang secara selektif mencegah bakteri ini mengembangkan biofilm lengket. Penghambat biofilm menargetkan beberapa enzim yang memungkinkan bakteri menempel pada gigi. Secara kimia ini menghentikan invasi bakteri. Ketika tikus diberi perawatan gigi dua kali sehari selama empat minggu, terjadi penurunan signifikan pada karies email dan dentinal. ”

PILIHAN PERAWATAN GIGI

Perawatan untuk gigi berlubang tergantung pada beratnya kerusakan gigi dan kondisi dan kondisi khusus anak. Memanfaatkan berbagai pendekatan pengobatan yang mungkin, pembusukan dihapus, dan gigi dikembalikan ke kesehatan dan kondisi alaminya yang tidak kunjung surut. Jenis perawatan khusus juga biasanya tergantung pada apakah peluruhan mempengaruhi gigi sulung atau gigi permanen. Metode perawatan yang memungkinkan termasuk:
Perawatan flouride – Jika peluruhannya ditemukan lebih awal, sebelum ia makan melalui permukaan luar gigi enamel pelindung, kadang-kadang perawatan pernis fluoride profesional atau bahkan hanya menyikat gigi dengan pasta gigi fluoride khusus dapat menghentikan dan membalikkan pembusukan. Ini bisa mengembalikan enamel gigi tempat rongga atau gigi berlubang mulai mengikis. Perawatan profesional mengandung lebih banyak fluoride daripada over the toothpastes atau air keran. Setiap perawatan dapat memakan waktu beberapa menit dan dapat diberikan dalam bentuk pernis, gel, cair, atau busa yang diaplikasikan / dilukis pada gigi atau di dalam nampan yang ditempatkan di atas gigi.
Mengisi — Cara paling umum untuk mengobati pembusukan adalah pengisian warna gigi. Jenis prosedur ini digunakan untuk pembusukan yang terbatas secara mendalam. Sederhananya, pembusukan pertama kali dihapus, dan kemudian mengisi gigi berwarna ditempatkan untuk mengembalikan gigi baik untuk kesehatan dan keadaan kosmetik alami.
Prosedur capping pulp -Jika pembusukan lebih moderat hingga berat dan dekat dengan pulpa (saraf) tanpa benar-benar memaparkan saraf, prosedur pembedahan pulp diperlukan sebelum pengisian ditempatkan.
Prosedur pulpotomi – Untuk pembusukan yang lebih parah dengan pulpa (saraf), diperlukan prosedur pulpotomi. Ini melibatkan penghapusan pulpa yang terinfeksi dan penempatan obat. Setiap kali pulpotomi dilakukan, diperlukan mahkota, baik stainless steel atau gigi berwarna.
Porselen / gigi berwarna atau steal anti karat primer — Bila pembusukan lebih ekstensif dan sudah dimakan melalui saraf gigi primer, diperlukan mahkota. Bergantung pada situasinya, penutup porselen / gigi atau penutup yang terbuat dari baja tahan karat dibuat untuk menggantikan mahkota alami penuh dari gigi utama. Pertama dokter gigi benar-benar mengebor bagian gigi yang membusuk untuk memulihkan kesehatan, mengisi gigi, dan kemudian menutup gigi dengan mahkota untuk melindungi dan memperbaiki gigi secara kosmetik.
Saluran Akar — Jika kerusakan gigi mencapai sedalam pulpa bagian dalam (paparan saraf) dari gigi permanen atau gigi permanen menjadi abses, khususnya, saluran akar diperlukan sebelum mahkota logam atau porselen ditempatkan. Pada titik ini, gigi sangat sakit atau terinfeksi pembusukan yang telah mencapai saraf, menjadikan ini satu-satunya pilihan perawatan selain mengangkat seluruh gigi. Pertama, dokter gigi mengangkat pulpa gigi yang membusuk, dan kemudian memasukkan obat ke saluran akar untuk menyembuhkan infeksi apa pun. Setelah kesehatan bagian dalam gigi dibangun kembali, dokter gigi akan sepenuhnya memulihkan gigi dengan mengganti pulpa yang dibuang dengan isian.
Ekstraksi — Untuk gigi sulung yang menjadi sangat membusuk karena abses, pengangkatan adalah satu-satunya pilihan. Ekstraksi juga digunakan untuk gigi permanen yang telah mengalami kelalaian ekstrim seperti itu dan membusuk benar-benar di luar perbaikan, bahkan oleh saluran akar. Setelah dokter gigi mengekstraksi gigi yang sakit, ruang yang tersisa dapat menyebabkan gigi lain bergeser keluar dari tempatnya. Untuk mencegah hal ini terjadi, dianjurkan bahwa pengelola ruang ditempatkan di mana gigi utama diekstraksi dan baik jembatan atau implan gigi ditempatkan di mana gigi permanen diekstraksi.
Seorang dokter gigi anak tidak hanya merawat karies setelah mereka mulai, tetapi juga mencari tanda dan gejala kerusakan gigi yang akan datang pada anak-anak. Memulai pemeriksaan gigi anak sedini usia 1, dapat sangat membantu untuk memastikan bahwa anak-anak kita tidak menderita sama seperti kita


Infeksi menular seksual atau penyakit menular seksual adalah infeksi yang menular melalui hubungan intim. Penyakit ini dapat ditandai dengan ruam atau lepuhan dan rasa nyeri di area kelamin. Ada banyak jenis penyakit menular seksual, di antaranyachlamydia, gonore, sifilis, trikomoniasis, dan HIV.
Sesuai namanya, penyakit menular seksual menyebar melalui hubungan intim, baik secara vaginal, anal, maupun oral. Tidak hanya hubungan intim, penularan juga dapat terjadi melalui transfusi darah dan berbagi jarum suntik dengan penderita. Infeksi juga dapat ditularkan dari ibu hamil ke janin, baik selama kehamilan atau saat persalinan.

Ciri Penyakit Menular Seksual

Penyakit menular seksual tidak selalu menimbulkan gejala atau bisa hanya menyebabkan gejala ringan. Oleh karena itu, tidak heran beberapa orang baru mengetahui dirinya menderita penyakit menular seksual setelah muncul komplikasi atau ketika pasangannya terdiagnosis menderita penyakit menular seksual.
Gejala yang dapat muncul akibat penyakit menular seksual akan berbeda-beda tergantung jenis penyakitnya, namun umumnya berupa:
  • Muncul benjolan, luka, atau lepuhan di sekitar penis, vagina, anus, atau mulut.
  • Vagina atau penis terasa gatal dan terbakar.
  • Nyeri ketika buang air kecil atau berhubungan intim.
  • Keluar cairan dari penis (kencing nanah) atau vagina (keputihan).
  • Nyeri perut bagian bawah.
  • Demam dan menggigil.
  • Muncul benjolan (pembengkakan kelenjar getah bening) di selangkangan.
  • Muncul ruam kulit di badan, tangan, atau kaki.
Selain beberapa gejala di atas, wanita juga bisa merasakan gejala lain, yaitu perdarahan di luar masa menstruasi dan muncul bau tidak sedap dari vagina. Sementara pada pria, gejala lain penyakit menular seksual yang dapat dialami adalah nyeri atau pembengkakan pada testis.

Kapan Harus ke Dokter

Segeralah berkonsultasi dengan dokter bila Anda mengalami keluhan pada organ intim atau gejala-gejala di atas. Anda juga perlu memeriksakan diri ke dokter jika pasangan Anda diketahui menderita penyakit menular seksual, atau bila Anda melakukan hubungan seksual yang berisiko, misalnya tanpa kondom dan sering bergonta-ganti pasangan.

Macam-Macam Penyakit Menular Seksual

Penyakit menular seksual dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, jamur, dan parasit. Berikut ini adalah macam-macam penyakit menular seksual:

1. Sifilis

Sifilis disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Penyakit yang juga dikenal dengan sebutan “raja singa” ini menimbulkan luka pada alat kelamin atau mulut. Melalui luka inilah penularan akan terjadi.

2. Gonore

Gonore, yang dikenal juga dengan kencing nanah, disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Penyakit ini menyebabkan keluarnya cairan dari penis atau vagina dan rasa nyeri ketika buang air kecil. Bakteri penyebab gonore juga dapat menimbulkan infeksi di bagian tubuh lain, jika terjadi kontak dengan sperma atau cairan vagina.

3. Human papillomavirus (HPV)

Infeksi menular seksual ini disebabkan oleh virus dengan nama yang sama, yaitu HPV. Virus HPV dapat menyebabkan kutil kelamin hingga kanker serviks pada perempuan. Penularan HPV terjadi melalui kontak langsung atau melakukan hubungan seksual dengan penderita.

4. Infeksi HIV

Infeksi HIV disebabkan oleh human immunodeficiency virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Penyebaran virus ini dapat terjadi melalui hubungan seks tanpa kondom, berbagi penggunaan alat suntik, transfusi darah, atau saat persalinan.

5. Chlamydia

Penyakit infeksi menular seksual ini disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Pada wanita, chlamydia menyerang leher rahim. Sedangkan pada pria, menyerang saluran keluar urine di penis. Penularan dapat terjadi dari luka pada area kelamin.

6. Trikomoniasis

Penyakt menular seksual ini disebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis. Penyakit trikomoniasis bisa menimbulkan keputihan pada wanita atau malah tidak menimbulkan gejala, sehingga sering kali seseorang secara tidak sadar menularkan penyakit ini ke pasangan seksualnya.

7. Hepatitis B dan hepatitis C

Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis, dan dapat mengakibatkan gangguan hati kronis hingga kanker hati. Virus ini ditemukan dalam darah atau cairan tubuh penderita. Selain melalui hubungan seksual, virus ini bisa menular melalui jarum suntik yang dipakai bersama dan transplantasi organ.

8. Tinea cruris

Infeksi menular seksual yang disebabkan oleh jamur ini menyerang kulit di sekitar alat kelamin, paha bagian dalam, dan bokong. Tinea cruris ditandai dengan ruam merah yang terasa gatal pada kulit yang terinfeksi. Penularannya adalah melalui kontak langsung dengan penderita atau menyentuh benda yang telah terinfeksi.

9. Herpes genital

Herpes genital disebabkan oleh infeksi virus. Virus ini bersifat tidak aktif atau bersembunyi di dalam tubuh tanpa menyebabkan gejala. Penyebarannya terjadi melalui kontak langsung dengan pasangan yang telah terinfeksi.

10. Candidiasis

Penyakit ini disebabkan oleh jamur CandidaCandidiasis ditandai dengan ruam atau lepuhan yang muncul pada kulit, terutama area lipatan kulit. Sama seperti infeksi menular seksual lainnya, penularan penyakit ini dapat terjadi melalui hubungan seksual dengan penderita.

Tes Penyakit Menular Seksual

Jika mengalami gejala penyakit menular seksual, dokter akan menanyakan perihal hubungan intim dan penyakit yang pernah diderita. Kemudian, penderita akan menjalani beberapa tes untuk mendeteksi keberadaan virus atau bakteri penyebab penyakit menular seksual.
Tes yang akan dijalani adalah tes darah dan tes urine. Tes ini dilakukan untuk mendeteksi virus atau bakteri penyebab penyakit menular seksual. Dokter juga akan melakukan tes usap untuk mengambil sampel cairan tubuh di sekitar area kelamin. Sampel ini kemudian akan diperiksa di laboratorium.

Pengobatan Penyakit Menular Seksual

Pengobatan terhadap penyakit menular seksual disesuaikan dengan penyebab infeksi, melalui pemberian obat-obatan berikut ini:

Antibiotik

Antibiotik digunakan untuk mengobati berbagai penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi bakteri, seperti gonore, chlamydia, dan sifilis. Antibiotik harus tetap dikonsumsi, walaupun gejala yang dirasakan telah membaik. Hal ini dilakukan untuk mencegah infeksi kembali terjadi.
Dokter juga akan menganjurkan pasien untuk tidak berhubungan intim hingga masa pengobatan berakhir dan gejala menghilang. Jenis antibiotik yang diberikan antara lain penisilindoxycyclineamoxicillin, dan erythromycin.
Selain membunuh bakteri, antibiotik seperti metronidazole dapat membunuh parasit pada penyakit trikomoniasis. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet yang diminum maupun sediaan yang dimasukkan ke dalam vagina.

Antivirus

Pengobatan dengan obat antivirus hanya bertujuan untuk meredakan gejala dan mengurangi risiko penyebaran. Jenis obat antivirus yang digunakan untuk menangani herpes genital adalah acyclovirfamciclovir, dan valacyclovir. Sementara untuk hepatitis, obat yang diberikan meliputi entecavir, interferon, dan lamivudine.

Antijamur

Untuk penyakit menular seksual yang disebabkan oleh jamur, seperti candidiasis, dokter akan memberikan krim antijamur yang dioleskan ke vagina, seperti nystatin dan clotrimazole. Obat antijamur dalam bentuk tablet juga dapat diresepkan oleh dokter, seperti fluconazole dan miconazole.

Komplikasi Penyakit Menular Seksual

Deteksi dan penanganan terhadap penyakit menular seksual perlu dilakukan sejak dini. Jika dibiarkan, penyakit menular seksual dapat menyebabkan beberapa komplikasi berikut:
  • Peradangan pada mata
  • Radang sendi
  • Nyeri panggul
  • Radang panggul
  • Infertilitas
  • Penyakit jantung
  • Kanker serviks
  • Kanker anus
Penyakit menular seksual juga dapat menyebabkan komplikasi pada kehamilan. Beberapa penyakit menular seksual, seperti gonore, chlamydia, HIV, dan sifilis dapat menular dari ibu hamil ke janinnya selama kehamilan atau saat persalinan. Kondisi ini dapat memicu kegugurandan gangguan kesehatan atau cacat lahir pada bayi.

Mencegah Penyakit Menular Seksual

Langkah utama pencegahan penyakit menular seksual adalah menerapkan perilaku seks yang aman, yaitu menggunakan kondom dan tidak bergonta-ganti pasangan seksual.
Selain itu, ada beberapa tindakan pencegahan lain yang dapat dilakukan, yaitu:
  • Kenali pasangan seksual masing-masing.
  • Lakukan vaksinasi, terutama vaksin HPV dan hepatitis B.
  • Tidak menggunakan NAPZA, terutama dengan berbagi penggunaan jarum suntik.
  • Lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, khususnya yang berkaitan dengan organ reproduksi.
Penderita penyakit menular seksual sebaiknya tidak melakukan hubungan seks hingga penyakit dinyatakan sembuh oleh dokter. Hal ini dilakukan untuk mencegah penularan penyakit kepada pasangan

Alat pelindung diri (APD) adalah seperangkat alat yang digunakan tenaga kerja untuk melindungi sebagian atau seluruh tubuhnya dari adanya potensi bahaya atau penyakit akibat kerja. NIOSH menyatakan alat pelindung diri (APD) alat yang mempunyai kemampuan melindungi pekerja dari bahaya ditempat kerja. Penggunaan alat pelindung diri dimaksudkan untuk melindungi atau mengisolasi pekerja dari hazard kimia atau fisik dan biologi yang mungkin dijumpai. Alat pelindung diri digunakan harus memenuhi beberapa persyaratan yaitu enak dipakai, tidak menggangu kerja, memberikan perlindungan yang efektif terhadap jenis bahaya.
 Tujuan Pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) adalah :
Tujuan penggunaan alat pelindung diri bagi petugas kesehatan adalah untuk melindungi tenaga kesehatan dari bahaya akibat kerja, terciptanya perasaan aman dan terlindung bagi tenaga kerja sebagian mampu meningkatkan motivasi utuk yang berprestasi dan memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan dan  keselamatan kerja.
Syarat – syarat  Alat Pelindung Diri (APD)
Syarat – syarat yang harus dipenuhi dalam penggunaan APD perlindungan sempurna (menutupi bagian tubuh tertentu), fleksibel, bisa digunakan atau dipakai pria dan wanita, tidak menimbulkan bahaya sampingan, tidak mudah rusak atau dapat diganti, sesuai standar dan tidak membatasi gerak petugas menarik dan nyaman digunakan.
Jenis – jenis Alat Pelindung Diri (APD) :
a. Sarung tangan
Pemakaian sarung tangan bertujuan untuk melindungi tangan dari kontak darah, semua jenis cairan tubuh, sekret, ekskreta, kulit yang tidak utuh. Selaput lendir pasien dan benda yang terkontaminasi. Sarung tangan harus selalu dipakai oleh petugas sebelum kontak dengan darah atau semua jenis cairan tubuh, sekret ekskreta dan benda yang terkontaminasi.
b. Pelindung wajah / masker/ kaca mata
Pemakaian pelindung wajah dimaksudkan untuk melindungi selaput lendir hidung, mulut, dan mata selama melakukan tindakan atau perawatan pasien yang memungkinkan terjadinya percikan darah dan cairan tubuh lain. Jenis alat yang digunakan meliputi masker, kaca mata,atau pelindung wajah digunakann sesuai kemungkinan percikan darah selama tindakan berlangsung.
c. Penutup kepala
Tujuan pemakaian tutup kepala adalah mencegah jatuhnya mikroorganisme yang ada dirambut dan kulit kepala petugas terhadap alat- alat / daerah steril dan juga sebaliknya untuk melindungi kepala / rambut petugas dari percikan bahan – bahan dari pasien.
d. Gaun pelindung (baju kerja / celemek)
Tujuan pemakaian gaun pelindung adalah melindungi petugas dari kemungkinan genangan atau percikan darah cairan tubuh lain yang dapat mencemari baju atau seragam. Indikasi pemakaian gaun pelindung yaitu seperti pada saat membersihkan luka, melakukan irigasi, melakukan tindakan drainase, menuangkan cairan terkontaminasi kedalam lubang pembuangan / toilet, mengganti pembalut, menangani pasien dengan perdarahan masif.
e. Sepatu pelindung
Tujuan pemakaian adalah melindungi kaki petugas dari tumpahan/ percikan darah atau cairan tubuh lainnya dan mencegah dari kemungkinan tusukan benda tajam atau kejatuhan alat kesehatan. Sepatu harus menutupi seluruh ujung dan telapak kaki dan tidak dianjurkan untuk menggunakan sandal atau sepatu terbuka.
Indikasi Pemakaian APD
Tidak semua alat pelindung tubuh harus dipakai. Jenis pelindung tubuh yang dipakai tergantung pada jenis tindakan atau kegiatan yang dkerjakan.
            Pemilihan jenis alat pelindung diri yang sesuai setiap kali melakukan tindakan :
1. Resiko rendah
  • Kontak dengan kulit
  • Tidak terpajan  darah langsung
Contoh : infeksi, oksigenisai, perawatan luka ringan, memberikan obat secara anal, tetes mata.
Alat pelindung diri yang dipakai sarung tangan tidak esensial
2. Resiko sedang
Kemungkinan terpajan darah namun tidak ada cipratan
Contoh pemeriksaan : pemeriksaan felvis, insersi IUD, melepas IUD, pemasangan kateter intra vena, transfuse darah, penanganan spesimen laboratorium,perawatan luka berat, ceceran darah
Alat pelindung diri yang dipakai yaitu sarung tangan, mungkin perlu gaun pelindung atau celemek
3. Resiko tinggi
  • Kemungkinan terpajan dan kemungkinan terciprat
  • Perdarahan massif
Contoh tindakan bedah mayor, bedah mulut, persalinan vagina.
Alat pelindung diri yang dipakai sarung tangan, celemek, kacamata pelindung, masker.
Jenis penyakit yang beresiko terhadap penularan infeksi
  • Hiv
  • Cacar air
  • Congjungtivitis
  • Hepatitis A
  • Hepatitis B
  • Influenza
  • Campak
  • Mump (gondongan)
  • Pertusis
  • Salmonela / shigela
  • Tuberkolosis
Jadi sangat penting bagi petugas kesehatan untuk menggunakan alat pelindung diri (APD) untuk terhindar dari penularan penyakit infeksi.
Semoga bermanfat buat kita semua.

Recent Posts

Popular Posts

Blog Archive

KRITIK SARAN