Rabu, 08 Agustus 2018

Hasil gambar untuk kustaKusta merupakan penyakit yang menyerang saraf tepi, kulit, mata, dan tulang bila tidak segera diobati. Sebenarnya kusta dapat disembuhkan bila pasien segera melakukan pengobatan dan rutin menjalani pengobatan hingga tuntas. Bila tidak, kemungkinan besar akan mengakibatkan kecacatan yang tidak bisa disembuhkan. Bagaimana kusta merusak tubuh penderitanya? Simak ulasannya berikut ini.

Bagaimana kusta merusak saraf tepi dan kulit?

Dilansir dari International Book of LeprosyM. Lepra adalah satu-satunya bakteri yang menginfeksi sistem saraf perifer. Sebagian besar kuman kusta berada di sel Schwann untuk kusta bertahan hidup, membelah diri, dan menyemaikan benih di sel Schwann.
Kuman ini memilih daerah yang suhunya lebih dingin di tubuh untuk berkembang biak dan sel-sel peradangan terkait berada di sekitar batang saraf yang berada di dekat kulit. Akibatnya, kulit menjadi mati rasa atau kehilangan fungsi perabaan.
Selain itu, muncul tanda peradangan lainnya yaitu lesi. Lesi adalah perubahan warna kulit jadi lebih terang dibandingkan daerah sekitarnya. Lesi tersebut ada yang berwarna agak kemerahan, membengkak, dan terasa lunak.
Pertanda lainnya peradangan pada saraf perifer yaitu hilangnya fungsi otot (paralisis otot) dan terjadi anhidrosis yaitu ketidakmampuan tubuh untuk berkeringat secara normal sehingga menyebabkan retakan tipis dalam epidermis atau epitel. Ini juga bisa membuat hidung kering karena tidak ada cairan (ingus) yang berfungsi untuk melembapkan.
Tempat terjadinya kerusakan saraf pada penyakit kusta biasanya ada pada tangan, kaki, dan mata, tepatnya yaitu pada saraf-saraf berikut ini.
-Fasialis, menyerang saraf kelopak mata sehingga mata tidak bisa terpejam
-Auricularis magnus, menyerang area belakang telinga dan rahang sehingga mati rasa
-Ulnaris, menyerang jari kelingking dan jari manis sehingga kehilangan kemampuan bergerak
-Medianus, menyerang ibu jari, jari telunjuk, dan jari tengah sehingga kehilangan kemampuan       bergerak
-Radialis, menyerang bagian pergelangan tangan sehingga kehilangan kemampuan bergerak
-Peroneus communis, menyerang bagian pergelangan kaki sehingga kehilangan kemampuan   bergerak
-Tibialis posterior, menyerang saraf jari kaki sehingga kehilangan kemampuan bergerak bergerak
Setelah menyerang saraf, tulang juga akan terkena infeksi sehingga menyebabkan kecacatan atau perubahan bentuk pada tulang, seperti pelana hidung. Luka dan edema (pembengkakan) yaitu luka terbuka yang mungkin sulit untuk sembuh bisa meningkatkan risiko amputasi pada bagian tubuh yang sudah rusak karena luka.

Bila kusta merusak saraf tepi bisa menyerang mata

Perjalanan penyakit mata pada pasien kusta terjadi pada dua jenis kusta, yaitu tuberkuloid dan lepromatosa. Kusta tuberkuloid ditandai dengan munculnya lesi yang berukuran besar dan mati rasa, sedangkan kusta lepromatosa (kusta paling parah) yang ditandai dengan munculnya banyak lesi.
Kelainan mata pada kusta dapat menyebabkan perubahan pada kelopak mata akibat gangguan saraf dan otot kelopak mata, kelenjar lakrimalis, kelainan pada kornea, dan kerusakan pada iris.
Kusta terjadi saat makrofag (sel darah putih) melemah dan tidak sanggup menghancurkan kuman kusta sehingga kuman dapat membelah diri dan akhirnya merusak jaringan. Terbentuknya banyak kuman kusta pada jaringan juga dipengaruhi oleh kemampuan kuman untuk beradaptasi dengan suhu tubuh, virulensi (keganasan kuman), dan perkembangbiakan kuman kusta.
Ada empat cara kuman kusta menyebabkan kerusakan pada mata, yaitu:
  • Kuman kusta menyusup dan langsung menyerang mata atau kelopak mata (infiltrasi)
  • Infeksi langsung kuman kusta pada nervus trigeminus dan nervus fasialis (pajanan)
  • Peradangan sekunder pada mata akibat infiltrasi
  • Komplikasi sekunder akibat infeksi kuman di sekitar mata
Keluhan mata pada pasien kusta berbeda-beda. Misalnya mata berair berlebihan pada awalnya, tapi akan mengering (keratitis), mata terasa perih terbakar saat bangun pagi, dan mata tidak dapat dipejamkan (lagoftlamus). Kusta juga bisa menyebabkan iritis (radang iris mata), glaukoma, katarak, alis dan bulu mata rontok, serta berakhir dengan kebutaan.
@hellosehat

TBC

Hasil gambar untuk TBC
Tuberkulosis merupakan salah satu masalah kesehatan global yang memerlukan perhatian khusus. Diperkirakan sepertiga penduduk dunia telah terinfeksi kuman tuberkulosis. Menurut WHO, setiap detik ada satu orang yang terinfeksi TBC di dunia. Indonesia sendiri menempati peringkat kedua sebagai negara dengan kasus TBC terbanyak setelah India. Total jumlah kasus TBC di Indonesia per tahun 2016 adalah 351.893. WHO bahkan memperkirakan 583.000 kasus baru TBC terjadi setiap tahun di Indonesia. Padahal, pengobatan TBC terbilang cukup sederhana — dengan kombinasi antibiotik resep dokter.
Namun, salah satu penyebab kenapa kasus baru TB terus bermunculan dan banyak yang tidak berhasil disembuhkan adalah kegagalan pengobatan. Pasalnya, pengobatan TBC bisa memakan waktu hingga 6 sampai 9 bulan sehingga berisiko tinggi untuk lupa minum obat atau malah terputus di tengah jalan. Pada beberapa kasus, pengobatan TBC bahkan bisa berjalan hingga tahunan. 

Pengobatan TBC di Indonesia

Tingkat keberhasilan pengobatan semua kasus tuberkulosis di Indonesia pada tahun 2016 adalah 85%, merosot dari tahun 2014 yang berhasil mencapai 87 persen. Padahal, Kemenkes menetapkan standar minimal angka keberhasilan pengobatan sebesar 90 persen.
Di Indonesia, pengobatan TB terdiri atas 2 tahap, yaitu tahap awal (intensif) dan lanjutan. Di tahap awal, pengidap TB dengan yang menjalani pengobatan rutin akan tidak lagi menular dalam kurun waktu dua minggu. Dua bulan sejak pengobatan awal, dahak yang mengandung kuman TB hidup (BTA positif) akan berbalik menjadi negatif.
BTA negatif tetap dapat memiliki risiko penularan, tapi jauh lebih kecil dibandingkan BTA positif. Pada pengidap TB yang mengalami resistensi, peluang balik dari BTA positif ke negatif hanya sekitar 50% dan angka kesembuhan hanya sebesar 65%.
Sedangkan di tahap lanjutan, jumlah dan dosis obat yang diberikan akan berkurang, tapi durasi pengobatannya berlangsung lebih lama. Tahap ini penting untuk menyingkirkan kuman yang resisten sehingga tidak terjadi kekambuhan atau resistensi.

Mengapa pengobatan TBC memerlukan waktu lama?

Bakteri penyebab TBC, M. tuberculosis, adalah jenis bakteri yang tahan terhadap asam. Begitu masuk ke dalam tubuh, bakteri ini bisa “tertidur” lama alias berada di fase “dorman” — mereka tetap ada di dalam tubuh, namun tidak aktif berkembang biak. Padahal, kebanyakan antibiotik justru berfungsi saat bakteri ada di fase aktif. Fase dorman inilah yang diduga membuat bakteri kebal terhadap efek obat antibiotik (resisten antibiotik).
Memang, kebanyakan bakteri penyebab TB akan mati saat pengobatan berjalan di minggu kedelapan, tapi beberapa bakteri yang masih “tertidur” dan sudah kebal obat tetap memerlukan pengobatan lebih lanjut. Apabila tidak diobati, kemungkinan penyakit TBC Anda bisa kambuh, ditambah dengan risiko kuman yang menyerangnya menjadi semakin kebal terhadap obat.
Oleh karena itu, pengobatan TB memerlukan waktu yang lama dengan kombinasi beberapa macam antibiotik yang memiliki cara kerja berbeda. Tujuannya adalah untuk membunuh bakteri yang aktif sekaligus yang masih “tertidur” dan yang sudah resisten.

Resistensi antibiotik dapat memperlama waktu pengobatan

Bakteri dikatakan resisten ketika mereka sudah kebal dan tidak terpengaruh oleh pengobatan TBC. Bakteri penyebab TB umumnya resisten terhadap dua jenis obat TB, yaitu rifampicin dan isoniazid dengan atau tanpa obat antituberkulosis lainnya yang disebut sebagai MDR-TB (multidrug resistance-Tuberculosis).
Pada kondisi yang lebih parah, kuman tidak hanya resisten terhadap pengobatan TBC lini pertama tersebut, tapi juga sampai lini kedua, yang disebut sebagai XDR-TB (Extensively Drug Resistant- Tuberculosis).
Resistensi bisa disebabkan oleh pengobatan yang terputus, jadwal minum obat yang berantakan, dan lainnya. Akibatnya, pengobatan TBC menjadi sangat sulit untuk menjadi efektif sehingga memerlukan waktu yang lebih panjang — minimal 12 bulan, bahkan bisa sampai 24 bulan.
Prioritas utama untuk menangani resistensi obat adalah mencegahnya sebelum terjadi lewat pengobatan TBC yang tepat dan teratur, serta pengawasan yang baik.
@hellosehat
Hasil gambar untuk kesehatan lingkungan
Kesehatan lingkungan adalah kesehatan yang sangat penting bagi kelancaran kehidupan dibumi, karena lingkungan adalah tempat dimana pribadi itu tinggal. Lingkungan yang sehat dapat dikatakan sehat bila sudah memenuhi syarat-syarat lingkungan yang sehat.

Syarat-syarat Lingkungan Yang Sehat
  1. Keadaan Air. Air yang sehat adalah air yang tidak berbau, tidak tercemar dan dapat dilihat kejernihan air tersebut, kalau sudah pasti kebersihannya dimasak dengan suhu 1000C, sehingga bakteri yang di dalam air tersebut mati.
  2. Keadaan Udara. Udara yang sehat adalah udara yang didalamnya terdapat yang diperlukan, contohnya oksigen dan di dalamnya tidak tercemar oleh zat-zat yang merusak tubuh, contohnya zat CO2 (zat carbondioksida).
  3. Keadaan tanah. Tanah yang sehat adalah tanah yang baik untuk penanaman suatu tumbuhan, dan tidak tercemar oleh zat-zat logam berat
Anda pasti sudang mengetahui banyak tentang diatas namun ketika kita dipuskesmas  disuruh membuat rekamedis kesehatan lingkungan kok masih bingung.
silahkan downlad Rekamedis Kesling disini
Membuat Logo Akreditasi Corel Draw

Akreditasi puskesmas Mungkin tak asing lagi kedengarannya bagi kita. kita pasti menjalankannya apa yang diperintahkan. namun apakah anda tahu tujuan akreditasi apa, persyaratannya apa aja, dan bingung mencari referensinya??
silahkan download disini


Apa itu keluarga sehat ????
Sederhana mungkin pengertian keluarga sehat bagi orang adalah keluarga yang jarang sakit. Namun pengertian itu salah besar karena keluarga sehat itu mulai dari fisik, rumah dan lingkungan.
keluarga sehat adalah pencapaian derajat kesehatan yang digalakkan oleh pemerintah, dari kalangan kecil sampai kalangan konglomerat harus di cari tahu tingkat kesehatannya.


Konsep Sehat dan Tidak Sehat
Dalam kehidupan manusia modern dan teknologi maju seperti sekarang ini terdapat kriteria yang bisa dikategorikan dalam hidup sehat yaitu seperti :

a. Tidak sakit badan dan jiwa.
b. Cukup makan bergizi.
c. Hidup dilingkungan bersih.
d. Serta perilaku dan interaksi sesuai dengan etika dan hukum.

Apabila sebuah keluarga memiliki empat kriteria tersebut diatas dapat dikatakan bahwa keluarga itu adalah keluarga sehat dalam arti paling sempurna atau lengkap. Dari ketidaklengkapan empat unsur diatas maka muncullah konsep-konsep alternatif yang mengandung pernyataan dalam arti tidak sehat dari segi tertentu, contohnya seperti :

a. Keluarga sakit-sakitan
b. Keluarga miskin
c. Keluarga kumuh
d. Keluarga jorok dan lain sebagainya.

Ciri-Ciri Keluarga Sehat
Dari penjelasan seperti diatas maka dapat disimpulkan bahwa konsep keluarga sehat memiliki ciri-ciri sebagai berikut seperti:
a. Sehat badan dan sehat jiwa.
b. Terpenuhinya makanan bergizi.
c. Terciptanya lingkungan bersih.
d. Interaksi sesuai dengan etika dan hukum.

Sehat dibagi menjadi dua yaitu sehat hakiki yang mencakup kesehatan badan dan jiwa, dan sehat sempurna yaitu sehat yang mencakup keempat kriteria yang dikategorikan sebagai golongan sehat (tidak sakit badan dan jiwa, cukup makanan bergizi, hidup dilingkungan bersih, serta perilaku dan interaksi sesuai dengan etika dan hukum)

Namun yang perlu kita cermati adalah petugasnya dari Puskesmas Parengan. Rachmawati adalah namanya, Dengan berat 134 kg namun ia kuat untuk keliling dan survey keluarga sehat. bayangkan saja dengan berat segitu namun ia sangat semangat menyurvei tiap rumah. Dari rumah ke rumah ia berjalan, ketuk pintu, bicara Keras itulah dirinya. Mungkin bagi kita petugas yang kerja dilapangan, malas jalan cepat lelah itulah keluhan kita. Apalagi ketika kerjanya panas bisa stress kita. namun Tak ada kata baginya untuk itu semua. "salut baginya"


Selasa, 07 Agustus 2018

Makanan sehat adalah makanan yang sangat dianjurkan oleh semua petugas kesehatan namun apa yang terjadi di masyarakat yaitu banyak makanan pengawet, berpemanis yang beredar disekitar kita.
kejadian pagi yang tak terduga datang, Sebanyak 47 siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kumpulrejo 2 Parengan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Selasa (19/9/2017), harus dilarikan ke Puskesmas parengan. Pasalnya, para siswa SD tersebut mengalami mual dan muntah setelah mengkonsumsi jajanan terang bulan yang dijual di areal sekolah.
Mereka dibawa ke Puskesmas Parengan, Kabupaten Tuban untuk mendapatkan penanganan intensif dari tim medis. Setelah menjalani perawatan para siswa diperbolehkan pulang.
Namun pada saat datang berbarengan kita kuwalahan karena pada saat itu berbarengan dengan adanya imunisasi MR jadi petugas dipuskesmas tinggal sedikit.
Kasubag Humas Polres Tuban, AKP Elis Suendayati saat dikonfirmasi awak media, membenarkan puluhan siswa SDN Kumpulrejo 2 Parengan diduga keracunan makanan.
Namun, para siswa tersebut tidak ada yang dirawat inap, semua sudah diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan di Puskesmas. “Semua siswa sudah dibawa pulang,” tambah Elis.
Hingga saat ini pihaknya masih belum mengetahui secara pasti apa penyebab puluhan siswa tersebut mengeluhkan mual dan muntah setelah mengkonsumsi jajanan di luar sekolah.
“Untuk penyebab pasti keracunan, kita nanti akan koordinasi dengan pihak Puskesmas dan akan mengambil sampel jajanan yang diduga penyebab keracunan,” tukasnya.

Senin, 06 Agustus 2018


LINTAS SEKTOR
Sebagai salah Dalam mewujudkan hal itu, maka Puskesmas harus terakreditasi dengan baik dan perlu diselenggarakan berbagai upaya kesehatan secara menyeluruh, berjenjang dan terpadu, salah satunya dengan menguatkan peran Puskesmas dalam penyelenggara upaya kesehatan dasar. Agar Puskesmas dapat menjalankan fungsinya secara optimal perlu dikelola dengan baik, seperti kinerja pelayanan, proses pelayanan, maupun sumber daya yang digunakan.
Satu fasilitas pelayanan publik, puskesmas dituntut untuk dapat memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas pada semua masyarakat. Pelayanan kesehatan yang dibutuhkan saat ini, tidak hanya menunjang kemudahan akses namun juga harus mendukung peningkatan mutu dalam pelayanan serta dapat menjamin keselamatan pasien. Pelayanan yang bermutu dan berkualitas dapat diwujudkan apabila ada standar yang jelas sebagai pedoman dalam pelaksanaan dan pengawasannya
.
Dukungan lintas sektor ini sangat diperlukan, untuk itu Puskesmas Parengan mengadakan Pertemuan dan Penggalangan Komitmen Lintas Sektor dan untuk mewujudkan Kecamatan Parengan khususnya Sehat dan Mensukseskan Akreditasi Puskesmas Parengan bersama lintas sektor terkait. Dalam acara tersebut,Bertempat di Puskesmas Parengan hadir Camat Kota parengan, Kepala kapolsek dan komandan kodim dan juga dukungan kepala desa.
Acara diawali dengan paparan atau sambutan Kepala Puskesmas. Adapun dalam paparannya dr prih untari memaparkan visi dan misi puskesmas Parengan, “terciptanya masyarakat sehat secara mandiri dalam wilayah kerja puskesmas Parengan”
Kepala Puskesmas Parengan mengatakan “Bila kita bicara akreditasi puskesmas maka tidak terlepas dari peran lintas sector di Kecamatan Kota parengan, peran serta masyarakat disetiap desa diwilayah puskesmas parengan, karena akreditasi adalah mutu pelayanan pada masyarakat. Maka dari itu peran masyarakat dan lintas sektor sangat penting untuk akreditasi puskesmas parengan.”
dr. Prih Untari melanjutkan “Akreditasi ini harus di dukung seluruh staf yang ada di puskesmas Parengan, harus di dukung oleh kepala pemerintahan di kecamatan Parengan dan harus mendapat dukungan dari kepala desa atau lurah yang ada diwilayah puskesmas Parengan serta sangat penting juga dukungan dari masyarakat diwilayah kerja puskesmas Parengan.”
Prih Untari melanjutkan “Pemerintah kecamatan dan para kades/lurah harus ikut berpartisipasi, kita harus menyampaikan kepada masyarakat, bahwasannya akreditasi ini ada syarat-syarat mutlak yang harus dipenuhi puskesmas itu, jadi kita harus mengawasi puskesmas tersebut. Demi tercapainya akreditasi ini. Dan untuk mencapai akreditasi ini kita harus benar-benar mempunyai niat yang tulus demi terciptanya revolusi mental.”

Recent Posts

Popular Posts

Blog Archive

KRITIK SARAN